Yuk Mengenal Gardu Induk PLN

Yuk Mengenal Gardu Induk PLN

Transmisi atau penyaluran listrik merupakan langkah yang urgen dalam pemberian pelayanan listrik untuk rakyat. Sehingga tidak lagi terjadi byar pet byar pet. Yang mana cukup sering terjadi di Indonesia. Dan disini fungsi desain gardu induk sangat vital.

Ketika produksi listrik dari pembangkit tidak dapat didistribusikan dengan baik dan merata,  pasti akan menimbulkan efek domino di kalangan masyarakat. hal ini disebabkan listrik sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat. Mulai dari kalangan rumah tangga hingga industri. Kini semuanya butuh listrik.

Listrik dan Gardu Induk, Tak Terpisahkan!

Listrik di tanah air sudah diproduksi sendiri, tidak perlu impor-impor dari negara tetangga. Tapi tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tidak serta merta dapat disalurkan begitu saja. Namun harus melalui sistem transmisi atau sistem penyaluran tenaga listrik yang terintegrasi, salah satunya adalah melalu gardu induk.

Secara sederhana, gardu induk sendiri adalah bagian atau sub dari sistem pendistribusian atau penyaluran listrik yang tidak bisa dipisahkan sendiri. Transmisi tenanga listrik tidak akan berjalan tanpa adanya gardu induk ini. Hal ini karena gardu induk merupkan satu kesatudan dari sistem penyaluran listrik.

Artikel Terkait :  Perlunya Konsultan Dalam Pembangunan SUTET

Jika gardu induk mengalami gangguan, dapat dipastikan pasokan listrik yang dialirkan melaluinya akan terganggu pula. akibatnya adalah seperti yang anda hadapi; mati listrik.

Sang Transformator

Bagi anda yang pernah mengenyam pendidikan, tentu masih ingat dengan pelajaran fisika tentang tenaga listrik. Dimana, tenaga listrik ini ketika disalurkan melalui saluran listrik, baik yang berupa saluran udara tegangan tinggi atau SUTET atau saluran listrik lainnya, selalu menggunakan tegangan tinggi.

Tentu saja, ketika saluran listrik ini hendak dialirkan ke pengguna rumahan misalnya, tidak akan mampu menerima tegangan yang terlalu tinggi karena daya tegangan listrik di rumahan hanya 220 V saja. Nah, disinilah fungsi gardu induk berperan.

Gardu induk berperan dalam sistem transmisi listrik dengan mengubah tegangan yang lebih tinggi yang diterimanya menjadi tegangan yang lebih rendah. Misal dari tegangan sutet sebesar 500 KV menjadi tegangan 150 KV, dari tegangan 150 KV menjadi 70 KV begitu seterusnya. Tentu saja frequensi yang disalurkan tetap 50 Hertz. Sesuai standar yang berlaku di tanah air Indonesia.

Artikel Terkait :  Konsultan Sutet Terpecaya dan Profesional

Dalam skema penyaluran listrik PLN, paling tidak skemanya adalah listrik yang memiliki tegangan tinggi setelah masuk ke gardu induk dirubah tegangannya untuk disalurkan kembali ke gardu distribusi melalui feeder (pengumpan) yang ada di gardu induk.

Dari sini, tenaga listrik dialirkan menuju trafo-trafo distribusi untuk disalurkan menuju konsumen setelah tegangannya sesuai dengan standar tegangan rumah indonesia. Proses transmisi dan transformasi tenaga listrik ini dapat dimungkinkan berkat desain gardu induk yang tepat dan tidak asal-asalan.